Tinggalkan komentar

Coretan Awal

Saya teringat ketika masa-masa sekolah sangat rajin untuk mendokumentasikan apapun. Termasuk hal yang pernah saya sukai yaitu cerita pendek. Beberapa tahun saya pernah mengklipping cerpen yang hadir mingguan dari lebih 10 koran. Kebetulan, pada awal 90-an saya juga senang menulis cerpen. Saya kira lebih dari seratus cerpen pernah saya buat pada periode 1993-1995. 

Awalnya, klipping dari media yang pernah memuat cerpen saya tersimpan rapi. Demikian pula file elektronik dalam disket ataupun print-out yang saya bundel juga tersimpan. Namun, kemudian ketika saya mendengar seorang kawan ingin membuat pusat studi cerpen, saya menyerahkan seluruh klipping asli cerpen tersebut dan masih menyimpan copy-annya. Dalam bayangan, pastilah lebih terawat tersimpan di sana.

Sayangnya, kawan yang saya serahkan klipping itu sudah tidak ingat lagi. Artinya saya juga tidak berharap banyak bisa mendapatkan dokumentasi itu. File dalam disket, beruntung beberapa masih bisa dibuka dan diconvert dengan program yang ada pada saat ini (dulu masih menggunakan WS). Sedangkan bundelan, yang saya serahkan kepada penerbita untuk memilih sendiri cerpen-cerpen saya yang akan dibukukan, tidak jelas posisinya dimana. Sang penerbita merasa sudah menyerahkan kepada saya, namun saya merasa belum pernah menerimanya. Ya, sudahlah.

Kegelisahan tentang dokumentasi muncul lagi, ketika dua-tiga tahun belakangan saya berusaha menghimpun karya Bapak saya yang saya simpan di blog “Umar Machdam“. Pada saat bersamaan saya akhirnya juga berusaha mengumpulkan karya-karya saya sendiri.

Pada Juli 2010, saya mulai tertarik lagi untuk menulis. Menulis apa saja, utamanya yang saya geluti selama ini yaitu isu anak-anak. Tapi saya tertantang pula untuk bisa menulis fiksi, cerpen utamanya. Guna memancing gairah, saya posting cerpen-cerpen lama, mulai belajar menulis lagi dengan tulisan pendek. Memang ada yang beda. Masih teramat kering terasa. Imajinasi seakan tertutup. Tapi sungguh, saya masih ingin terus belajar. Tempat yang saya temukan adalah Kompasiana. Ya, saya merasa mendapatkan tempat yang pas untuk memancing gairah ini. Dalam waktu setahun tercatat lebih dari 500 postingan tulisan. pada proses ini beberapa cerpen juga bisa saya hasilkan.

Sebagai catatan, ada komunitas yang menarik perhatian dan saya pun masuk ke dalamnya, yaitu Desa Rangkat. Sebuah Desa imajinasi yang digagas oleh salah seorang kompasianer: Mommy. Rangkat merupakan kependekan dari Merangkai Kata. Pada proses awal, saya melihat kreativitas dari warga rangkat untuk mencermati realitas sehari-hari dan mengangkatnya ke dalam imajinasi yang diwakili oleh desa Rangkat. Fiksi kontekstual, bisa dikatakan sebagai rintisan ke arah sana. Sayang pada perkembangannya, hal itu tidak berkembang sehingga tidak memunculkan gagasan-gagasan tentang realitas kehidupan sosial kemasyarakatan. Saya merasa perlu untuk memberikan kategori khusus tulisan-tulisan saya mengenai Desa Rangkat.

Perkembangan kemudian, saya juga mulai memposting ke beberapa situs/website walau tidak secara rutin. Jadi, malah keranjingan untuk terus menulis. “Tidak mengirim lagi ke media cetak?” banyak orang-orang terdekat menanyakan. Saya katakan, tidak untuk sementara ini. Biarkan saya asyik dengan permainan baru untuk menulis dan menulis. Sampai kapan? Entahlah.

Nah, berbagai tulisan saya himpun di blog Odi Shalahuddin, yang hingga kinipun belum tuntas untuk saya pindahkan ke sana salinannya. Lama-lama saya mengalami kebingungan bila hendak mencari dokumen lama. Bila saya mengalami, apalagi orang lain, demikian pikir saya. Itulah yang akhirnya mendorong saya untuk membuat blog-blog khusus sesuai dengan pengelompokannya. Termasuk blog ini “Cerpen odi” yang tentunya hanya berisi cerpen-cerpen saya. Blog lainnya yang tengah saya tata adalah “Anak Dunia” yang berisi tulisan-tulisan mengenai isu anak. “Ocehan Odi” yang berisi tentang apa saja, tapi dalam bentuk ocehan merdeka ketika mengungkap atau mengekspresikan berbagai peristiwa yang terjadi.

Terima kasih bila anda berkenan mampir. jangan ragu untuk memberikan masukan kepada saya. Kriti keras tak mengapa, akan saya terima dengan sikap terbuka. Karena disitulah saya bisa mengetahui kelemahan untuk bisa saya perbaiki ke depannya.

Salam,

Odi Shalahuddin

Buku Kumpulan cerpen yang diterbitkan tahun 2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: